PERTEMUAN 3
PROSEDUR
PERKANTORAN
Definisi
Prosedur Menurut
Moekijat:
Prosedur adalah
urutan langkah-langkah (pelaksanaan pekerjaan), dimana pekerjaan tersebut
dilakukan, berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukan, dan
siapa yang melakukan.
Dengan demikian
prosedur dapat disimpulakn:
1. Metode yang
dibutuhkan untuk menangani aktivitas yang akan datang.
2. Urutan
aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu.
3. Pedoman untuk
bertindak.
Setiap uraian
pekerjaan harus didukung oleh prosedur kerja yang baik. Sistem informasi
manajemen dibakukan dalam prosedur. Sistem informasi manajemen yang baik akan
efektif dan efisien jika didukung oleh prosedur yang baik.
Prosedur tertulis
Prosedur kerja
dalam setiap kantor hendaknya:
1. Bersifat formal,
artinya diakui oleh semua orang dalam organisasi.
2. Tertulis
3. Prosedur hendaknya selalu diperbaharui, up to date dengan
perkembangan organisasi yang aktif dan dinamis.
Manfaat prosedur tertulis
1.
Planning –
Controlling
a. Mempermudah dalam pencapaian tujuan.
b. Merencanakan
besarnya beban kerja yang optimal bagi
masing-masing pegawai.
c. Menghindari pemborosan atau memudahkan
penghematan biaya.
d.
Mempermudah pengawasan.
2. Organizing
a. Mendapatkan instruksi kerja yang dapat dimengerti oleh bawahan.
b. Dihubungkan dengan alat yang mendukung pekerjaan kantor dan dokumen.
c.
Menciptakan konsistensi kerja.
3. Staffing-leading
a. Membantu
atasan dalam memberikan instruksi kerja bagi pegawai.
b. Konseling
untuk bawahan agar memberikan kontribusi
maksimal .
c. Mempermudah pemberian penilaian bagi bawahan.
4. Coordination
a. Menciptakan koordinasi yang baik antar departemen.
b. Untuk menetapkan dan membedakan prosedur
rutin dan independen.
Informasi dalam
membuat prosedur:
1.
Tujuan
2.
Dokumen (
surat/formulir/laporan) yang diperlukan
3.
Alat/mesin/fasilitas
yang dipelukan.
4.
Orang/bagian/departemen
yang diperlukan.
5.
Tata ruang
kantor yang diperlukan.
6.
Metode penulisan
prosedur yang akan digunakan.
7.
Langkah-langkah
alternatif yang diperlukan.
Metode penulisan
prosedur
1.
Deskriptif adalah prosedur
yang sangat sederhana dan tidak memerlukan simbol-simbol khusus.
2.
Chart
Jika perusahaan semakin
berkembang maka prosedur kerja akan semakin rumit, penggunaan diagram dapat meminimalisasi
tahap prosedur tertulis dan digantikan dengan simbol atau kode yang menunjukan
seluruh aksi dalam bentuk yang lebih singkat.
Metode penulisan
prosedur
1.
Deskriptif adalah prosedur
yang sangat sederhana dan tidak memerlukan simbol-simbol khusus.
2.
Chart
Jika perusahaan semakin
berkembang maka prosedur kerja akan semakin rumit, penggunaan diagram dapat
meminimalisasi tahap prosedur tertulis dan digantikan dengan simbol atau kode
yang menunjukan seluruh aksi dalam bentuk yang lebih singkat.
Penulisan
prosedur dalam Chart adalah sebagai berikut:
a.
Gambar/skema
Gambar
mengenai tahapan cara memakai dan melepaskan alat tersebut sebagai panduan bagi
konsumen yang membeli.
b. Arus
pergerakan dokumen (document flow chart)
Menunjukkan
perpindahan formulir kantor beserta salinan dokumen tersebut dari satu bagian
kebagian yang lain.
Proses kegiatan
(process chart)
Merupakan salah
satu alat yang berguna untuk melakukan penyederhanaan kerja. Tindakan-tindakan
ditunjukkan oleh simbol-simbol yang diatur secara vertikal dengan urutan
kronologis dimana tindakan terakhir
dicantumkan pada bagian bawah gambar. contoh simbol yang digunakan sebagai
berikut:
Menunjukan operasi atau
sesuatu yg harus dikerjakan. Langkah langkah dilakukan dalam proses metode atau
prosedure. Biasanya perbuatan merubah sesuatu material (input) kedalam bentuk
yang berbeda apabila diberi huruf:
Artinya operasi tata usaha (Clerical).
Operasi tanpa mesin sama
sekali seperti memilih, menyaring , menyimpan, menghitung, dan sebagainya.
Artinya operasi
(Typing)
Seluruh kegiatan mengetik seperti formulir induk (master
copy) , surat ,memo, atau tabel statistik dan sebagainya.
Artinya Operasi
mesin.
Kegiatan menggunakan mesin selain mesin ketik. Mesin
yg dipakai perlu disebutkan secara jelas.
Simbol lain yang
bisa digunakan
Menunjukan
transpor atau arus melalui suatu proses pengerjaan.
Memindahkan material atau alat atau
atau bergeraknya orang dari tempat ke tempat.
Menunjukkan
delay atau simpan sementara atau keterlambatan. Menyebabkan operasi lain
tertunda karena harus menunggu tindakan atau penyelesaian terlebih dahulu.
Menunjukan
inspeksi/pemeriksaan jumlah atau kuantitas
Menunjukan
pemeriksaan mutu atau kualitas.
Inspeksi sambil
operasi.
Misalnya memasukkan barang ke dalam peti sambil menghitung mengontrol cacat dan sebagainya.
Penyimpanan
permananen.
Penyimpanan
(pergudangan)
yang terkontrol dengan otorisasi pada waktu material diterima atau dikeluarkan.
Tahapan Penulisan
Prosedur
Prosedur kerja
kantor harus mendukung pencapaian tujuan yang hendak diraih oleh setiap bagian,
departemen, divisi dan organisasi secara keseluruhan. Prosedur kerja hendaknya
mampu menciptakan arus kerja yang efisien sehingga mempermudah dalam
pengambilan keputusan oleh pihak yang berwenang dan mempermudah pelaksanaan
kegiatann operasional kantor.
Berdasarkan hal ini ada beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu:
1.
Identifikasi
terhadap pekerjaan/operasi yang akan dikerjakan dan dianalisis dengan sistem
yang ada.
2.
Menyelaraskan
logika prosedur yang akan dibuat dengan seluruh prosedur yang ada diperusahaan.
3.
Membuat urutan
langkah yang paling cocok dan logis
PERTEMUAN 3
PROSEDUR
PERKANTORAN
Definisi
Prosedur Menurut
Moekijat:
Prosedur adalah
urutan langkah-langkah (pelaksanaan pekerjaan), dimana pekerjaan tersebut
dilakukan, berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukan, dan
siapa yang melakukan.
Dengan demikian
prosedur dapat disimpulakn:
1. Metode yang
dibutuhkan untuk menangani aktivitas yang akan datang.
2. Urutan
aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu.
3. Pedoman untuk
bertindak.
Setiap uraian
pekerjaan harus didukung oleh prosedur kerja yang baik. Sistem informasi
manajemen dibakukan dalam prosedur. Sistem informasi manajemen yang baik akan
efektif dan efisien jika didukung oleh prosedur yang baik.
Prosedur tertulis
Prosedur kerja
dalam setiap kantor hendaknya:
1. Bersifat formal,
artinya diakui oleh semua orang dalam organisasi.
2. Tertulis
3. Prosedur hendaknya selalu diperbaharui, up to date dengan
perkembangan organisasi yang aktif dan dinamis.
Manfaat prosedur tertulis
1.
Planning –
Controlling
a. Mempermudah dalam pencapaian tujuan.
b. Merencanakan
besarnya beban kerja yang optimal bagi
masing-masing pegawai.
c. Menghindari pemborosan atau memudahkan
penghematan biaya.
d.
Mempermudah pengawasan.
2. Organizing
a. Mendapatkan instruksi kerja yang dapat dimengerti oleh bawahan.
b. Dihubungkan dengan alat yang mendukung pekerjaan kantor dan dokumen.
c.
Menciptakan konsistensi kerja.
3. Staffing-leading
a. Membantu
atasan dalam memberikan instruksi kerja bagi pegawai.
b. Konseling
untuk bawahan agar memberikan kontribusi
maksimal .
c. Mempermudah pemberian penilaian bagi bawahan.
4. Coordination
a. Menciptakan koordinasi yang baik antar departemen.
b. Untuk menetapkan dan membedakan prosedur
rutin dan independen.
Informasi dalam
membuat prosedur:
1.
Tujuan
2.
Dokumen (
surat/formulir/laporan) yang diperlukan
3.
Alat/mesin/fasilitas
yang dipelukan.
4.
Orang/bagian/departemen
yang diperlukan.
5.
Tata ruang
kantor yang diperlukan.
6.
Metode penulisan
prosedur yang akan digunakan.
7.
Langkah-langkah
alternatif yang diperlukan.
Metode penulisan
prosedur
1.
Deskriptif adalah prosedur
yang sangat sederhana dan tidak memerlukan simbol-simbol khusus.
2.
Chart
Jika perusahaan semakin
berkembang maka prosedur kerja akan semakin rumit, penggunaan diagram dapat meminimalisasi
tahap prosedur tertulis dan digantikan dengan simbol atau kode yang menunjukan
seluruh aksi dalam bentuk yang lebih singkat.
Metode penulisan
prosedur
1.
Deskriptif adalah prosedur
yang sangat sederhana dan tidak memerlukan simbol-simbol khusus.
2.
Chart
Jika perusahaan semakin
berkembang maka prosedur kerja akan semakin rumit, penggunaan diagram dapat
meminimalisasi tahap prosedur tertulis dan digantikan dengan simbol atau kode
yang menunjukan seluruh aksi dalam bentuk yang lebih singkat.
Penulisan
prosedur dalam Chart adalah sebagai berikut:
a.
Gambar/skema
Gambar
mengenai tahapan cara memakai dan melepaskan alat tersebut sebagai panduan bagi
konsumen yang membeli.
b. Arus
pergerakan dokumen (document flow chart)
Menunjukkan
perpindahan formulir kantor beserta salinan dokumen tersebut dari satu bagian
kebagian yang lain.
Proses kegiatan
(process chart)
Merupakan salah
satu alat yang berguna untuk melakukan penyederhanaan kerja. Tindakan-tindakan
ditunjukkan oleh simbol-simbol yang diatur secara vertikal dengan urutan
kronologis dimana tindakan terakhir
dicantumkan pada bagian bawah gambar. contoh simbol yang digunakan sebagai
berikut:
Menunjukan operasi atau
sesuatu yg harus dikerjakan. Langkah langkah dilakukan dalam proses metode atau
prosedure. Biasanya perbuatan merubah sesuatu material (input) kedalam bentuk
yang berbeda apabila diberi huruf:
Artinya operasi tata usaha (Clerical).
Operasi tanpa mesin sama
sekali seperti memilih, menyaring , menyimpan, menghitung, dan sebagainya.
Artinya operasi
(Typing)
Seluruh kegiatan mengetik seperti formulir induk (master
copy) , surat ,memo, atau tabel statistik dan sebagainya.
Artinya Operasi
mesin.
Kegiatan menggunakan mesin selain mesin ketik. Mesin
yg dipakai perlu disebutkan secara jelas.
Simbol lain yang
bisa digunakan
Menunjukan
transpor atau arus melalui suatu proses pengerjaan.
Memindahkan material atau alat atau
atau bergeraknya orang dari tempat ke tempat.
Menunjukkan
delay atau simpan sementara atau keterlambatan. Menyebabkan operasi lain
tertunda karena harus menunggu tindakan atau penyelesaian terlebih dahulu.
Menunjukan
inspeksi/pemeriksaan jumlah atau kuantitas
Menunjukan
pemeriksaan mutu atau kualitas.
Inspeksi sambil
operasi.
Misalnya memasukkan barang ke dalam peti sambil menghitung mengontrol cacat dan sebagainya.
Penyimpanan
permananen.
Penyimpanan
(pergudangan)
yang terkontrol dengan otorisasi pada waktu material diterima atau dikeluarkan.
Tahapan Penulisan
Prosedur
Prosedur kerja
kantor harus mendukung pencapaian tujuan yang hendak diraih oleh setiap bagian,
departemen, divisi dan organisasi secara keseluruhan. Prosedur kerja hendaknya
mampu menciptakan arus kerja yang efisien sehingga mempermudah dalam
pengambilan keputusan oleh pihak yang berwenang dan mempermudah pelaksanaan
kegiatann operasional kantor.
Berdasarkan hal ini ada beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu:
1.
Identifikasi
terhadap pekerjaan/operasi yang akan dikerjakan dan dianalisis dengan sistem
yang ada.
2.
Menyelaraskan
logika prosedur yang akan dibuat dengan seluruh prosedur yang ada diperusahaan.
3.
Membuat urutan
langkah yang paling cocok dan logis
PERTEMUAN 2
ORGANISASI
PERKANTORAN
PRINSIP
ORGANISASI
Menurut Robbins, Gitlow dan Cortada ada 6
prinsip penting yang harus diperhatikan dalam mendisain struktur organisasi:
1.
Spesialisasi
pekerjaan
2.
Departementalisasi
3.
Rantai Komando
4.
Rentang
pengawasan
5.
Sentralisasi dan
desentralisasi
6.
Formalisasi
STRUKTUR ORGANISASI
yaitu hubungan
formal dan informal antara anggota suatu organisasi atau dapat diartikan
sebagai hal yang menjelaskan tentang bagaimana suatu tugas dan pekerjaan secara formal dibagi, dikelompokkan
dan dikoordinasikan dalam suatu organisasi yang tergantung dari strategi bisnis
yang dipilih.
Saat ini ada 6 macam stuktur organisasi yang biasa dijumpai dalam suatu
organisasi, yaitu:
1. Struktur Garis / Lini
adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang langsung secara
vertical dan sepenuhnya dari kepemimpinan terhadap bawahannya, Hubungan antara
pimpinan & bawahan masih bersifat langsung melalui satu garis wewenang
2. Sruktur garis dan staf : Pelimpahan
wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan
pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola
organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf
dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran
nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai
bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada
struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara
langsung
3. Struktur fungsional : yaitu suatu bentuk organisasi di mana
kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di
bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu. Struktur ini berawal dari konsep
adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan
mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada
hubunganya dengan fungsi atasan tersebut
4. Struktur Produk : jenis organisasi ini membagi tugasnya ke dalam dimensi
produk. artinya sebuah garis kordinasi atau kelompok koordinasi terbagi
atas jenis produk yang dihasilkan oleh organisasi tersebut. Misalnya sebuah
perusahaan menghasilkan produk A, B dan C. Pada masing-masing produk
tersebut terdapat bagian atau divisi yang mendukung kesuksesan
produk di pasar. Masing-masing produk akan memiliki divisi pemasaran, SDM
dan produksi sendiri–sendiri.
5. Struktur Komite adalah bentuk
organisasi di mana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara
kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board
dengan pluralistic manajemen
6. Organisasi
Matrik
Organisasi
matrik disebut juga sebagai organisasi manajemen proyek yaitu organisasi di
mana penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang
mempunyai ketrampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan
lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan
•
Organisasi
matrik akan menghasilkan wewenang ganda di mana wewenang horisontal diterima
manajer proyek sedangkan wewenang fungsionalnya yaitu sesuai dcngan keahliannya
dan tetap akan melekat sampai proyek selesai, karena memang terlihat dalam
struktur formalnya. Sebagai akibat anggota organisasi matrik mempunyai dua
wewenang, hal ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatannya para anggotanya
juga harus melaporkan kepada dua atasan
•
Untuk
mengatasi masalah yang mungkin timbul, biasanya manajer proyck diberi jaminan untuk
melaksanakan wewenangnya dalam memberikan perintah di mana manajer proyek
tersebut akan langsung lapor kepada manajer puncak
MERANCANG,
MENGANALISIS DAN MENDESKRIPSIKAN PEKERJAAN
Menurut Gomez-Mejia dkk, ada 5 pendekatan dalam merancang pekerjaan:
1.
Penyederhanaan pekerjaan.
Pendekatan
ini didasari oleh asumsi bahwa pekerjaan dapat diuraikan
menjadi lebih sederhana, berupa tugas
yang selalu berulang-ulang untuk
memaksimalakan efisiensi dan efektivitas pekerjaan
administrasi. Pendekatan ini hanya menitik beratkan pada pekerjaan dan proses tertentu bukan proses keseluruhan dari
sebuah perusahaan.
2. Pemekaran perusahaan
Pendekatan
ini dilakukan dengan memekarkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. Misalnya petugas bagian surat yang bertanggung jawab dalam pengiriman surat
tetapi sekarang diberikan tanggung jawab untuk pendokumentasian surat.
3. Perotasian pekerjaan
Pendekatan
ini dimungkinkan dengan merotasi karyawan diantara pekerjaan yang ada tanpa
merubah alur pekerjaan
untuk penyegaran lingkungan dan jenis pekerjaan.
4. Pemerkaya pekerjaan
Pendekatan
ini dilakukan agar pekerjaan menjadi lebih menarik dan menantang bagi seorang
karyawan.Hal ini dilakukan dengan menetapkan beberapa tugas khusus untuk
dilakukan satu orang yang bertanggung jawab hingga terselesaikanya proses
pekerjaan yang dimaksud.
5. Disain pekerjaan
berdasarkan tim.
Pendekatan ini dilakukan
dengan memberikan wewenang menyelesaikan
pekerjaan yang diberikan.
Ada beberapa
pertanyaan yang dapat diajukan dalam
melakukan sebuah sebuah analisis pekerjaan, yaitu:
- Darimana pekerjaan administrasi itu berasal ?
- Apakah diperlukan peralatan khusus ?
- Pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan apa yang
dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan administrasi yang dimaksud ?
- Apakah pekerjaan tersebut memerlukan pengawasan? dsb
MENDESKRIPSIKAN PEKERJAAN
Langkah terakhir
adalah menuangkan hal yang telah diidentifikasikan, dijelaskan dan
didefinisikan oleh analisis pekerjaan kedalam sebuah dokumen tertulis yang
disebut dengan diskripsi pekerjaan.
Menurut Gomez-Meijia ada 2 jenis deskripsi pekerjaan, yaitu :
1.
Deskripsi
pekerjaan secara khusus
Merupakan
ringkasan dari tugas, kewajiban dan tanggung jawab pekerjaan.
2.
Deskripsi
pekerjaan secara umum.
Mencakup hal-hal dasar mengenai tugas, kewajiban dan
tanggung
jawab dari sebuah perkerjaan. Deskripsi ini dapat
digunakan pada organisasi yang mengedepankan inovasi dan fleksibilitas dalam
pencapaian tujuannya.
Deskripsi pekerjaan mempunyai 4 elemen penting, yaitu:
1.
Identifikasi informasi
2.
Ringkasan
pekerjaan
3.
Kewajiban dan
tanggung jawab pekerjaan
4.
Spesifikasi
pekerjaan dan kualifikasi minimum
MERANCANG,
MENGANALISIS DAN MENDESKRIPSIKAN PEKERJAAN
Menurut Gomez-Mejia dkk, ada 5 pendekatan dalam merancang pekerjaan:
1.
Penyederhanaan pekerjaan.
Pendekatan
ini didasari oleh asumsi bahwa pekerjaan dapat diuraikan
menjadi lebih sederhana, berupa tugas
yang selalu berulang-ulang
untuk memaksimalakan efisiensi dan efektivitas pekerjaan
administrasi. Pendekatan ini hanya menitik beratkan pada pekerjaan dan proses
tertentu bukan proses keseluruhan dari sebuah perusahaan.
2. Pemekaran perusahaan
Pendekatan
ini dilakukan dengan memekarkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Misalnya petugas bagian surat yang bertanggung jawab dalam pengiriman surat tetapi sekarang diberikan tanggung jawab untuk
pendokumentasian surat
3. Perotasian pekerjaan
Pendekatan
ini dimungkinkan dengan merotasi karyawan diantara pekerjaan yang ada tanpa
merubah alur pekerjaan
untuk penyegaran lingkungan dan jenis pekerjaan.
4. Pemerkaya pekerjaan
Pendekatan
ini dilakukan agar pekerjaan menjadi lebih menarik dan menantang bagi seorang
karyawan.Hal ini dilakukan dengan menetapkan beberapa tugas khusus untuk
dilakukan satu orang yang bertanggung jawab hingga terselesaikanya proses
pekerjaan yang dimaksud.
5. Disain pekerjaan
berdasarkan tim.
Pendekatan ini
dilakukan dengan memberikan wewenang
menyelesaikan pekerjaan yang diberikan.
Setelah
pekerjaan dirancang, langkah yang perlu dilakukan adalah analisis pekerjaan.
Analisis
pekerjaan:
Analisis ini
merupakan proses pengumpulan informasi yang akan digunakan dalam membuat
keputusan tentang pekerjaan, dengan melakukan identifikasi tugas, kewajiban dan
tanggung jawab pekerjaan tertentu.
Tugas merupakan
elemen dasar dan hal yang perlu dilakukan dalam sebuah pekerjaan, adapun
kewajiban adalah satu atau lebih tugas yang harus dilakukan guna menyelesaikan
pekerjaan. Dan tanggung jawab merupakan satu atau beberapa kewajiban yang
mengidentifikasi dan menjelaskan tujuan utama sebuah pekerjaan itu ada.
Ada beberapa
pertanyaan yang dapat diajukan dalam
melakukan sebuah sebuah analisis pekerjaan, yaitu:
- Darimana pekerjaan administrasi itu berasal ?
- Apakah diperlukan peralatan khusus ?
- Pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan apa yang
dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan administrasi yang dimaksud ?
4.
Apakah pekerjaan
tersebut memerlukan pengawasan? Dsb.
MENDESKRIPSIKAN
PEKERJAAN
Langkah terakhir
adalah menuangkan hal yang telah diidentifikasikan, dijelaskan dan didefinisikan
oleh analisis pekerjaan kedalam sebuah dokumen tertulis yang disebut dengan
diskripsi pekerjaan.
Menurut Gomez-Meijia ada 2 jenis deskripsi pekerjaan, yaitu :
1. Deskripsi pekerjaan secara khusus
Merupakan
ringkasan dari tugas, kewajiban dan tanggung jawab pekerjaan.
2.
Deskripsi pekerjaan secara umum.
Mencakup
hal-hal dasar mengenai tugas, kewajiban dan tanggung
jawab dari sebuah perkerjaan. Deskripsi ini dapat digunakan pada organisasi yang mengedepankan inovasi dan
fleksibilitas dalam pencapaian tujuannya.
Deskripsi pekerjaan mempunyai 4 elemen penting, yaitu:
1.
Identifikasi
informasi
2.
Ringkasan
pekerjaan
3.
Kewajiban
dan tanggung jawab pekerjaan
4.
Spesifikasi
pekerjaan dan kualifikasi minimum
.
PERTEMUAN I
PENGANTAR
MANAJEMEN PERKANTORAN
PENGERTIAN
KANTOR:
Pada umumnya
kantor dikaitkan dengan tata usaha. Definisi kantor adalah tempat
diselenggarakannya kegiatan tata usaha dimana terdapat ketergantungan sistem
antara orang, teknologi dan prosedur untuk menangani data dan informasi mulai
dari menerima, mengumpulkan, mengolah, menyimpan sampai menyalurkan.
PENGERTIAN
MANAJEMEN PERKANTORAN
Menurut Kallaus
dan Keeling, “Administrative office
management is the process of
planning, organizing dan controlling all the information related activities and
of leading or directing people to attain the objective of organization.”
Manajemen
Administrasi Perkantoran adalah proses
dari perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian semua kegiatan
informasi terkait dengan aktivitas pemimpin atau pengarahan orang untuk
mencapai tujuan organisasi.
Sedangkan
menurut Quible. “The
information management thrust makes the administrative office management area more crucial to
organizational success nor than ever before, In the future, the information
management thrust will likely evolve into new thrust for the administrative
office management”.
Tujuan
Manajemen Informasi membuat manajemen administrasi perkantoran lebih penting bagi keberhasilan organisasi daripada
sebelumnya, di masa depan, arah tujuan manajemen informasi akan berkembang menjadi arah tujuan
yang baru untuk manajemen administrasi perkantoran".
Dari definisi
diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen perkantoran mengandung cakupan yang
luas diantaranya meliputi semua pengaturan pekerjaan yang menyangkut informasi,
bukan terbatas pada pekerjaan tata usaha melainkan mengelola daur hidup data
dan informasi bisnis yang dimulai dari penciptaan sampai pemeliharaan,
pendistribusian dan penyimpanan secara tetap atau bahkan pemusnahan apabila data telah
kadaluarsa.
TUJUAN KANTOR
Menurut Mills
tujuan kantor didefinisikan sebagai pemberian pelayanan komunikasi dan
perekaman.
FUNGSI KANTOR
Menurut Quible
ada 5 jenis office support
functions:
1.
Fungsi rutin yaitu fungsi administrasi perkantoran yang membutuhkan pemikiran yangmencakup pengarsipan, penggandaan dan lain-lain. Biasanya
dilakukan oleh staf administrasi
yang bertanggung jawab terhadap tugas
sehari-hari.
2.
Fungsi teknis yaitu fungsi yang membutuhkan pendapat,keputusan dan
ketrampilan perkantoran yang memadai, seperti bisa
menggunakan beberapa program aplikasi komputer. Fungsi ini biasanya dilakukan
oleh staff administrasi yang tergabung dalam departemen teknologi informasi.
3.
Fungsi analisis yaitu fungsi yang membutuhkan
pemikiran kritis dan kreatif disertai kemampuan untuk mengambil keputusan seperti membuat
dan menganalisis laporan dan membuat keputusan pembelian. Fungsi ini biasanya
dilakukan oleh seorang manajer yang bertanggung jawab mensupport keputusan yang
akan dibuat oleh atasannya.
4.
Fungsi
interpersonal yaitu fungsi yang membutuhkan penilaian dan analisis sebagai
dasar pengambilan keputusan serta ketrampilan berhubungan dengan orang lain, seperti
mengkoordinasikan tim proyek. Fungsi ini biasanya dilakukan oleh staff
administrasi sebagai jenjang karier sebelim naik menjadi manajer pada suatu
organisasi.
5.
Fungsi manajerial yaitu fungsi yang membutuhkan perencanaan, pengorganisasian, pengukuran
dan pemotivasian,
seperti pembuatan anggaran dan pengevaluasian karyawan. Biasanya fungsi ini
dilakukan oleh staff setingkat manajer yang bertanggungjawab terhadap
pelaksanaan sistem dan prosedur administrasi.
FUNGSI MANAJEMEN
KANTOR
a.
Perencanaan (Planning)
Kegiatan pertama
dari pimpinan organisasi / kantor adalah menyusun perencanaan. Yaitu
keseluruhan proses pemikiran dan penentuan cara yang matang dari
kegiatan-kegiatan yang akan dikerjakan dimasa yang akan datang, dalam rangka
pencapaian tujuan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang
dimaksud,perlu ditentukan cara mana yang harus ditempuh dengan mempertimbangkan
resiko yang mungkin terjadi.Perencanaan terhadap sumber daya manajemen
perkantoran perlu benar-benar dirumuskan agar sesuai dengan kebutuhan. Berapa
jumlah pegawai yang dibutuhkan dan keahlian yang diharapkan, demikian pula
terhadap pengadaan dan pemeliharaan peralatan, tata ruang kantor biaya dan
sarana penunjang lainnya, agar tercipta tata hubungan yang efisien.
b. Pembagian
tugas dalam ruang lingkup organisasi (organizing)
Pengorganisasian
adalah keseluruhan proses pengelompokan orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung
jawab dan wewenang untuk menciptakan organisasi yang dapat digerakkan sebagai
suatu kesatuan dan kekuatan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Pengorganisasian merupakan salah satu dari berbagai tugas pimpinan, sebagai
langkah yang harus dilakukan dalam proses manajemen perkantoran .
c. Pengarahan (actuating)
adalah
keseluruhan proses memberikan motif bekerja kepada para pegawai agar mereka mau
bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi. Rencana yang telah
dirumuskan harus dilaksanakan oleh orang-orang (para pegawai) yang terkait
dalam suatu kerja sama. Untuk maksud tersebut, para pegawai perlu dirangsang
untuk bekerja menurut petunjuk / sistem yang telah digariskan sehingga
memerlukan pengarahan.
Dalam rangka
pengarahan tersebut, maka kegiatan yang perlu dilakukan oleh pimpinan, antara
lain:
-
Mendorong
atau memberi semangat kerja
-
Memberi
pengarahan dan bimbingan kepada seluruh pegawai.
-
Bertindak
sebagai motivator, insfirator dan fasilitator bagi setiap pelaksanaan tugas
organisasi.
d. Pengendalian (controlling)
yaitu proses
pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi guna menjamin agar
pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai rencana yang telah ditentukan
objek pengawasan dalam bidang manajemen perkantoran meliputi:
a)
Kualitas
pekerjaan kantor
b)
Waktu
pekerjaan kantor
c)
Metode-metode
dan standardisasi pekerjaan kantor
d)
Biaya
perkantoran
e)
Alat
peralatan dan perabotan kantor
f)
Pelayanan
kantor
g)
Dokumentasi.
AKTIVITAS
MANAJEMEN KANTOR
Pekerjaan atau
aktivitas menejemen kantor antara lain:
- Menentukan informasi yang akan dibuat, di mana,
dan oleh siapa
- Menentukan proses yang akan digunakan
- Mengelola sitem pencatatan dan pengarsipan
- Membangun dan menjaga organisasi kantor yang
efektif
- Mendukung personil kantor untuk memberi hal terbaik bagi organisasi
- Mengukur dan mengevaluasi informasi.
AKTIVITAS
MANAJEMEN KANTOR
Pekerjaan atau
aktivitas menejemen kantor antara lain:
- Menentukan informasi yang akan dibuat, di mana,
dan oleh siapa
- Menentukan proses yang akan digunakan
- Mengelola sitem pencatatan dan pengarsipan
- Membangun dan menjaga organisasi kantor yang
efektif
- Mendukung personil kantor untuk memberi hal terbaik bagi organisasi
- Mengukur dan mengevaluasi informasi.